Kangan Malingping
Kangan Malingping, saiah kangen bolang, kangen dan kangen. Kangen sepi dah heningnya, kangen emak dan kangen semuah
Yang saiah lakukan hanya seperti ini
Kangan Malingping, saiah kangen bolang, kangen dan kangen. Kangen sepi dah heningnya, kangen emak dan kangen semuah
Yang saiah lakukan hanya seperti ini
Salah ketik, terkadang sepele. tapi hati-hati, bisa jadi Brabe.
Bayangkan jika anda seorang jurnalis. Sedang menulis berita sensitif, tentang SARA. Misalnya, kata yang harusnya anda tulis “Nabi …. Karena salah malah menjadi..”Babi” , bisa berabe
Atau anda di bagian marketing Majalah, kemudian salah mempublish nomor telp pemasang iklan, berabe juga. Calon customer, salah menghubungi pengiklan dan client (pengiklan) anda bakal ngambek
bagi blogger, saiah pikir penting juga. Kala menulis profile Dblogger, saiah pernah menulis tahun, harusnya tahun 1998 sebelumnya tertulis 1988. Untung orangnya segera membetulkan ” Kok 1988 sih mas, itu saya masih TK, masa’ dah pacaran ?? Yang bener 1998″.
Pantai pasir putih suka hujan merupakan destinasi wisata pantai yang berada sepanjang jalur pantai selatan antara Malimping dan Cihara. Kabupaten Lebak,Banten
Pantai pasir putih suka hujan merupakan destinasi wisata pantai yang berada sepanjang jalur pantai selatan antara Malimping dan Cihara, Jaraknya sekitar 15 Km dari kota Malimping, pantai pasir putih ini memiliki latar belakang panorama alam pantai yang menakjubkan dengan hamparan pasir putih yang bersih yang diselingi karang-karang serta hiasan deburan ombak yang memukau akan memberikan fantasi rekreasi bagi anda, selain fotografi aktivitas lain yang sangat cocok adalah menikmati pemandangan pantai dan sunset disore hari, tidak jauh dari pantai itu terdapat pula pantai-pantai lain yang indah dan menawan yang akan melengkapi keindahan pantai selatan Banten. aci

Membaca tulisan di dari aci.detik.com yang saiah quote diatas, saiah jadi kangen pasput (kami menyebutnya pasput). padahal baru kemaren, ketika libur lebaran saiah menikmati sunset disana.
Dan bahkan hampir setiap mudik ke malingping saiah selalu kepatai itu bersama kawan, selain karena jaraknya yang dekat dari tempat saiah tinggal tentunya juga pantai ini menyajikan panorama pantai dan sunset yang wieh. Photo di samping, ketika saiah dan kawan menikmati sunset di sana, sehabis berenang di sana.
Kalau anda yang mau kesana. Dari Jakarta, bisa masuk tol Jakarta-Merak, keluar di Pintu TOl Serang timur, kemudian menuju Pandeglang. dari Pandeglang menuju saketi, Lalu menuju malingping.
Kalau anda ala backpaker, dari jakarta anda bisa menuju Terminal Kampung Rabutan, Terminal Kalideres, naik BUS jakarta-Merak. Atau anda bisa menunggu di Slipi Jaya serta di Pintu Tol kebun Jeruk Juga bisa. Kemudian turun di Terminal Pakupaatan-Serang. Dari Serang anda bisa naik mobil Elp (masyarakat sana menyebutnya Pe-Es) menuju malingping.
Bisa Juga ke Rangkas Bitung terlebih dahulu. Dari Jakarta, anda bisa naik Kereta menuju Rangkas. Dan Kemudian naik Mobil ELP menuju Malingping. Dan Rute ini (yang saiah sebutkan di atas) bisa di pakai ketika akan mengunjungi beberapa wisata pantai di Banten selatan, semacam Sawarna dan Pulo manuk.
Pantai pasir Putih ini memang pantai berkarang dengan pasir putih, disana juga masih tumbuhan mangrove. Letaknya yang stategis, dari malingping sekitar 15 km. pantai ini juga terletak di jalan malingping-bayah, jalur ini juga bisa nembus ke sukabumi (pangandaran). sehingga tak heran jika yang hendak menuju Sawarna atau pulau manuk beristiahat sejenak dan menikmati indahnya pantai.
Aksesnya jalannya lumayan bagus, jika anda membawa mobil sangat nyaman, ada pula angkutan umum mulai dari angkot, Elp (masyarakat sekitar menyebutnya Pe-Es) membuat semakin pantai ini ramai di kunjungi. Apalgi ketika weekend, sedikit ramai di kunjungi. Memang baru sangat akan ramai, ketika libur lebaran.
Pantai-pantai di jalur malingping bayah ini sangat eksotis, pokoknya sangat menarik.pantai-pantai ini memang masih ‘alami’ jarang yang terjamah, dan perhatian pemda setempat juga sepertinya kurang bagus.


Saiah selalu teringat sebuah tulisan tentang wisata dan Internet. Di tulisan itu di katakan bahwa, hampir sebagian besar orang memutuskan untuk berwisata kesebuah dan mengetahui perjalanan wisata adalah lewat internet. Artinya, sebelum orang memutuskan berwisata ke sebuah tempat, maka wisatawan akan ‘berselancar’ di internet untuk mencari referensi tentang sebuah objek wisata terlebih dahulu.
Saiah pikir, itu pula lah yang membuat detik membuat aci. Sebuah website yang memberikan rujukan tentang objek wisata, objek wisata yang ada di indonesia. Dan bagi saiah melalui acara keliling Indonesia-nya secara gratis itu mempertegas pemahaman saiah.
Mengingat itu. Saia teringat wilayah saia, kampung halaman saia malingping Banten selatan. Disana, lebih luasnya di Banten Selatan banya sekali pantai-pantai yang sangat eksotis tapi belum begitu terjamah. Dan saia berhasrat untuk menulis tentang pantai wilayah banten selatan.
Setidaknya memberikan informasi tentang itu, sekaliah promosi daerah. Karena yang saiah bisa hanya menulis lewat medium blog ini, lakukan dan berikan saja apa yang kau mampu, kata kawan. at least, saiah sudah bertindak.
Dan menjadi self motivation untuk sekdar menjeljahi wilayah sendiri ketika mudik ke sana. Juga Pe-Er Postingan saia beberapa bulan lalu untuk menulis itu
Ini malam terakhir sahur. Besok saiah akan mudik, mudik ke malingping-wilayah banten bagian selatan. Mudik?, beberapa hari lalu terpikir untuk tidak mudik, alasanya ingin merasakan lebaran di kampung orang. Selain itu adanya pemikiran, kenapa harus mudik bukankah pulang kampung bisa kapan saja.
Beberapa hari lalu saiah teringat Buku “Penyamaran Terakhir Tan Malaka Di Banten“, lebih tepatnya di bayah-banten selatan, hanya terhalang satu dengan kecamatan saiah tinggal. Buku itu di tulisa Oleh Hendri Fitri, penulis dan peneliti sejaran dari Banten Selatan dan juga wartawan majalah Historia.
Dalam buku itu di jelaskan tentang bagaimana penyamaran Tan Malaka di Bayah. Di bayah, di menjadi Pegawai perusahaan batubaran yang mempekerjakan Romusha. Dia menggunakan nama Ilyas Husein.
Dibuku itu, di ceritakan mulai dari kedatangannya di bayah sebagai pekerja bagian gudang, kemudian menjadi juru tulis hingga kemudian bisa berpengarung di wilayah bayah. Bahkan ketika bung karno berkunjung ke bayah, dia orang satu-satunya yang berani berdebat dengan bung karno tentang masalah kemerdekaan.
Di bayah, dia begitu peduli dengan kesejahteraan masyarakat sekitar dan para romusha. Dia membuat banyak kegiatan, mulai dari sepak bola, lapangannya yang sekarang di gunakan sebagai terminal bayah, membuat drama wayang orang dan mengambarkan semangat nasionalisme.
Kalau boleh saia bilang, penymaran itu tak d niatkan oleh tan malaka. Pasalnya, ketika jepang kalah dari sekutu kemudia ia memutuskan untuk kembali ketanah air dan mengakhiri ’pelariannya’ dari luar negeri. Di jakarta dia membutuhkan uang untuk biaya hidup. Kemudian dia mengetahui bahwa di kemetrian sosial membutuhkan banyak pekerja untuk di perjakan di tambang Batubara. Ketika di tanya siapa namanya, spontan di menyebut Ilyas Husain. Mengingat dia masih ‘diburu’ , di terpaksa menggunakan nama itu.
Singkatnya dia di terima dan dia baru tahu akan di tempatkan di bayah dan dia sendiri tak tahu di mana wilayah itu. Menariknya, dia menceritakan perjalanannya dari jakarta menuju Bayah. Berangkat dari tanah abang menggunakan kereta melewati rangkas bitung menuju bayah. Namun hanya sampai ke di daerah saketi (daerah padeglang-banten), karena jalaur kereta terputus dan dia tepaksa melanjutkan menggunakan truk.
Dari saketi hingga bayah sedang ada pembangunanan jalan raya yang dilakukan oleh romusha. Di sana, dia menyaksikan banyak meninggal dan menderita akibat ‘kerasnya’ dan sisaan dari jepang. Di perkirakan yang meninggal hingga 100o orang, konon asal usul nama saketi pun diambil dari 1000 orang itu,
Mengingat buku itu, asa dan kerinduan saiah pada kampung halaman kembali menguat. Pemikiran yang tadinya tak mau pulang kapung, akhirnya sirna. Saia harus Mudik. Hore mudik.
Aditya sofyan, Blogger dan musisi yang satu ini beda!. kalau orang lain “sibuk” mengkomersilakn lagunya dan mencoba menembus major label, bahkan terkadang mengorbankan idealismenya demi pasar.Dia malah melawan arus dengan menggratiskan lagunya.
Menariknya, dia menggunakan #sosmed untuk ‘memasarkan’ lagu-lagunya. Tentunya, lewat blognya dan Lagunya bisa di download disana. Lewat youtube, myspace, twitter. Iya, menarik karena dia menggunakan #sosmed dengan hampir tanpa modal-alias free, mungkin kalau ada cuma biaya koneksi internet dan itu tak seberapa ketimbang impact-nya yang begitu besar.
Buktinya, Salah satu lagunya adelaide sky di album quiet down dipakai soundtrack dalam film kambing jantan. Kemaren-kemarin sempet tampil di harmoni SCTV , sudah sering di beberapa TV dan acra TV lainnya. Dari twitter-nya @adhitiasofyan beberapa kali saya lihat ada yang meminta nomor contak dan menanyakan bagaimana mengundangnya.
mungkin saja ini bisa menjadi inspirasi rekan-rekan yang memang punya passion dan bakat di musik tapi bingung harus memulainya. Mungkin bisa lewat jalur sosial media dan mau mem-free-kan karya-karyanya. Tapi memang berat mem-free-kan karya-karyanya, perlu sikap dan pemahaman berbagi yang wooohh, saya pikir harus dahsyat.
Dan mungkin saja cara ini bisa di ‘bajak’ oleh musisi lain, ketimbang pusing-pusing dengan masalah pembajakan. Pembajakan yang katanya hanya merugikan para musisi. Di Era Internet dan didalamnya ada tern pemanfaatan sosial media rasanya musisi perlu mencari terobosan inovatif untuk menjual karya-karyanya.
Kopdar kata ini sudah saya kenal jauh sebelum mengenal dunia maya. Pernah ikut mengudara di radio?, kirim salam dan atensi di radio?, nah di sanalah saya mengenal kata kopdar. kala itu, kopdar untuk mempertemukan para pendengar radio yang biasanya hanya bertemu di udara saja. Maka kopdar adalah sara untuk mepertemukan mereka secara langsung.
Tak jauh beda dengan kopdar blogger kalau dalam segi arti. hanya dalam media yang digunakannya saja. kalau kopdar blogger dan kopdar komunitas lainnya menggunakan medium internet, dan blog adalah salah satu bagian darinya. Para blogger yang biasanya hanya bertemu dalam kolom komentar, bertegur sapa lewat YM dan ngerumpi lewat jejaring sosial di internet, akhirnya bertemu di dunia nyata.
Dan kemarin, tepatnya Minggu, 22 Agustus 2010 dimulai pada pukul 17.00 wib saiah ikut kopdar sekaligus buka bareng dengan temen-temen blogger di yayasan yatim piatu Shohibul Istiqomah yang bertempat di Jl Rawajati Barat Kalibata. Menarik, karena blogger bisa bertemu dalam dunia nyata dan dalam langkah nyata, berbagi di rumah singgah itu.
Menuju TKP
Dari undangan yang saya lihat dblog dblogger, kumpul jam 16.30 wib kumpul ke Kalibata mall kemudian barenga menuju TKP. Dari kost-kost-an di Warung Buncit saya meluncur jam 15.00 wib, sebanarnya jarak kost sama kalibata Mall tak jauh-jauh amat, namun macet adalaha hal yang harus saya pertimbangkan walaupun ini hari minggu. Dan saiah belum hafal betul kalibata mall jika melalui jalur darat (*maksudnya naik bis, maklum ABIS/anak bis), biasanya nebeng temen malah..*halah.
tak banyak halangan!, sekitar 16.10 wib saya sampai di TKP, KBM (kalibata Mall). saya SMS teh any, kalau saya sudah di loby Mall. tak cukup lama akhirnya datang juga ten any dan Julie, tak susah bagi saiah mengenali 2 blogger ini walaupun sebelumnya belum pernah ketemu. Dan beberapa saat kemudian berdatanganlah pasukan-pasukan lain, ada matanaga, alif, rifki,mely, dll.
Setelah kenalan dan ngobrol-ngobrol, walapun agak canggung. ngobrol-ngobrol bentar. Kemudian kami menuju TKP yang kedua, TKP yang utama yaitu yayasan yatim piatu Shohibul Istiqomah. yang tahu lokasinya adalah rizki, karena blogger yang satu ini penggagasnya.
Iklan dulu
Lokasinya sebenarnya tak jauh dari KBM, karena yang tahu hanya rizki.. ya kita harus naik mobil. *Tapi pulangnya jalan kaki bareng rifki dari Yayasan ke KBM untuk ngabil motor lelah juga.
Di yayasan, sudah ada eyang menanti. Setalah basbisbus ngobrol (saya maksudkan: obrolan santai, perkenalan dan basibasa lah) beberapa menit, acara di mulai. eyang akhirnya di daulat jadi MC dadakan, ya karena sesepuh. Setelah itu ada sambutan dari Pengurus dari yayasan. Ada hal yang menurut saya menarik, ketika bapak pengurus sedang memberikan sabutan ‘kenegaraan’, tiba-tiba ada Iklan lewat.
Iklan?, maksudnya ada kereta lewat. soalnya yayasan itu berada tepat di samping rek kereta. karena ada kereta lewat, maka sabutan pengurus terhenti sejnak, mohon maaf ada iklan lewat kata si bapak itu.
Menyaksikan anak-anak di yayasan itu, saya inget ke adek dan diri saya sendiri. Thnks god kau telah lahirkan kami dalam keadaan yang lebih baik, walapun belum tahu kalau dari segi ke kedekatan dengan-Mu lebih baik atau tidak!. Masudnya lebih baik, karena saya masih punya orang tua yang peduli dan masih dalam rumah yang jauh lebih baik. Orang tua yang masih ingin melihat anaknya jadi lebih baik, orang tua yang walapun dengan kesederhanaan dan pas-pasannya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi anak-nya. Makasih ya rab, saiah terkadang lupa akab bersyukur akan nikmat-mu.
Sudah beberapa hari ini tak menyambangi blog ini. Bukan sibuk!, tapi lagi ga mood-aja untuk nulis. Ngeblog memang harus konsistensi, jangan nunggu suasaana dulu baru ngblog, setidaknya itu bagi saya.
Blog!, kata ini saya kenal 5 tahun lalu ketika saya kelas 2 SMA. kala itu, kawan (bang aldo) membawa sebuah majalah-saya ga ngeh majalahnya apa. Ada beberapa artikel yang membahas tentang blog dan cara membuatnya. saya merasa tergugah sebenarnya, tapi apa daya saat itu masih belum bisa merealisasikan. Kenapa?, ya tentu karena koneksi dan pengetahuan saya tentang internet tak mendukung, jangankan internet komputer saja masih barang langka. Setidaknya saya tahu tentang blog dan medium baru itu.
Dan setelah waktu berselang, tahun 2008 saya mulai membuat blog. Tentunya di perkanalkan oleh seorang kawan di tempat kerjaan. Perkenalan pertama saya di blog detik ini, tapi sayang blog pertama saya sudah saya delete (menyesal made on).
Kala itu, kawan yang sudah mempunyai sebuah blog, menjukan blog nya pada saya. Dan wow..saya pikir inilah ‘mimpi’ wujudkan, dulu saya hanya mengenalnya lewat tulisan yang singkat ini. Hari itu, dengan tanpa pikir panjang saya meminta untuk di buatkan acount blog. tak berapa lama, saya punya blog..horee (norak deh). Setelahnya, saya dibuat bingung tentang bagaimana memasukan tulisan saya ke blog (posting) pertama kali, karena kawan tak memberitahukan bagaimana caranya. Alhasil, dua minggu baru bisa setelah saya ‘berkonsultasi’ dengan mbah google..(jadi inget masa dulu).
Waktupun terus bergulir pastinya, Hingga saat ini saya belum bisa menjadi blogger yang hebat, blogger yang terkenal dan blogger yang gaul, tapi saya bangga ( *helah…apa yang banggin?). Setidaknya dengan ngblog saya sudah menulis, karena menulis bagi saya adalah belajar. Dan dengan menuliskannya di blog, bagi saya berbagi.
Walaupun tulisan saya dangkal dan kadang hanya catatan perjalan yang ‘kurang mutu’. ya..setidaknya lewat menuliskan catatan hidup itu bagi saya adalah belajarm berlajar tentang hidup. Mungkin dari catatan-catatan itu orang akan mendapat cerita, setidaknya cerita tentang ke pahitan yang kemudian dia jadika refersi..(siapa pula yang mau ngabil catatan usang lo ding?.).
Selain itu, bagi saya blog adalah tempat untuk mengumpulakn tulisan-tulisan saya. Tulisan yang tak dapat tempat di media. Dan lewat blog, saya bisa mempublis apa saya yang ingin saya tuliskan. dalam blog, saya bisa menjadi wartawan, editor dan pemred sendiri karena saya yang punya blog, saya yang menulis ini blog dan kalau lagi naas hanya saya pula yang baca tulisan saya, semoga tidak. karena Blog adalah jurnal pribadi.
Dan ada banyak fungsi-fungsi dan alasan lain kenapa saya ngeblog. Mungkin nanati kalau ada kesempatan saya menulis lagi.
Apa yang di lakukan ketika temen-teman perantau kangen kampung halaman?. bagi yang punya uang dan waktu luang jawabannya pasti, pulang. Bagi yang tak punya itu?, tentu akan berbeda.
Kalau saya di tanya tentang itu, ya saya sih biasanya selain menelphone orang tua.atau karena ini adalah era web 2.0 (era Internet), saya biasanya browsing tentang kampung halaman saya, malingping Banten selatan. Saya biasanya melihat-lihat postingan di blog-di forum. Menarik membaca-baca tentang daerah saya, kadang ada hanya catatan perjalanan wisata ke sana, tentang kemajuan daerah yang masih jauh dari harapan. Dari sekian postingan atau cerita tentang malingping, kebanyakan tentang perjalanan wisata. Ya, pasalnya di daerah banten selatan khususnya malingping punya banyak wisata pesisir, pantainya selain tentunya penuh dengan sejuta pesona dan masih Alami (alias belum terawat).
oh..ya kalau yang belum tahu di mana malingping. Nih saya dapet dari wiki pedia:
Malingping adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Indonesia. Kecamatan ini merupakan kecamatan terbesar kedua, setelah kecamatan Rangkasbitung dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak.
Kecamatan Malingping memiliki pantai yang sangat indah, yaitu Pantai Bagedur dan pantai Pantai Binuangen yang merupakan daerah penghasil ikan terbesar di wilayah Malingping . Pantai sepanjang 12 km ini, banyak dikunjungi wisatawan di kala libur
note: soal Spot wisata, biar menjadi Peer Postingan saya.
kembali ke pertanyaan semuala. kebiasaan lainnya adalah melihat di google maps, tentang peta malingping. Atau hanya sekdar memantau update status di Fb. Melihat photo-photo terbaru tentang malingping, tentang pantai di malingping.
Apalagi ini menjelang ramadhan, saya sekarang kangen malingping, pengen pulang kampung. Biasanya ada ada ‘ritual’ munggahan ketika menjelang ramadhan. Biasanya di isi dengan jalan-jalan ke pantai atau hanya sekedar ngumpul makan bersama keluarga. dan itu yang saya tak dapatkan di siji.
So?, ya saya mudiknya hanya lewat “internet’ saja. Sedikit mengobati rasa rindu saya.
Jika dipostingan sebelumnya saya bertanya tentang pemekaran di Lebak selatan, Murni Aspirasi Masyarakat Lebak selatan kah?, atau hanya kepentingan elit belaka?.
dan di postingan kali ini, hati saya bertanya. Siapkah lebak selatan menjadi Kabupaten baru di banten?, sedangkan kabupaten induknya saja masih jauh panggang dari api?. Bagaimana mungkin!.
Yaaahh..(dengan nada pesimis), mungkin saja, semuanya serba mungkin. Dan bisa saja ini adalah sebuah solusi yang untuk kemajuan kabupaten lebak dan daerah pemekarannya kelak. Dan Pememrintah daerah akan lebih Fokus lagi untuk membangun daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Toh itu esensi dari pemekaran untuk kemakmuran masyarat.
Belakangan pemerintah pusat lebih memperketat syart pemekaran daerah. Syarat terbaru adalah adanya aspek geohazard. Aspek itu nantinya akan mempertimbangkan berbagai halangan yang disebabkan kondisi daerah yang akan dimekarkan. Seperti, misalnya hutan lindung yang terlalu luas, lahan kritis yang luas.
Secara administrasi, syarat pemekaran kabupaten/kota harus didukung lima kecamatan Da n baru bisa di mekarkan jika sudah berusia minimal tujuh tahun. Kemudian bagaimana Infrastrukturnya, mulai dari alattransfortasinya, jalur tranfortasinya, komunikasi dan informasinya dll. Tentunya yang paling utama adalah kemandirian, daerah harus mempunyai potensi pendapatan Asli daerah untuk oprasional pemerintahan dan pembangunan tanpa harus membebankan sepenuhnya kepada pemerintah pusat atau kapupaten induknya. Dan yang tak kalah penting juga adalah, bagaimana dukungan SDM-nya, karna walau bagaimana pun SDM adalah asep yang sangat vital.
jika melihat syarat potensi pendapatan asli daerah, saya yakin lebak selatan bisa. ada banyak potensi daerah yang dimiliki. untuk pariwisata, ada pantai warna yang eksotis tapi masih belum terkelola dengan baik, ada pantai bagedur. untuk hasil laut dan hasil pertanian yang kian melimpah. namun apakah dukungan SDM-nya memadai. Saya pikir belum, bukan karena di Lebak selatan tidak banyak orang yang mempunyai kualitas SDM yang bagus, namun terkadang mereka yang punya kemampuan ‘enggan’ untuk kembali dan membangun daerah sendiri. (:malu).
jadi kalau ada pertanyaan, sudah siapkah lebak selatan menjadi kabupaten baru?. ya, saya pikir jawabannya harus siap. kalau tidak sekarang kapan lagi, sudah terlalu lama masyarakat menunggu